" />

KORAN KAMPUS IPB

Dengan Pena Menjerat Berita Mengguncang Dunia

Lokakarya KM

February 20th, 2012

Sinergitas dan Transparansi antarlembaga Kemahasiswaan

Salah seorang perwakilan dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) pada Minggu (19/02) memaparkan Grand Desain Tahun 2012 dalam acara Loka Karya KM IPB. Dalam penjelasannya, komitmen pengurus LK serta jargon ‘Fateta solid ‘ belum menjadi hal yang real dalam diri mahasiswa Fateta itu sendiri.
 
***

Hujan yang mengguyur sejak pagi tidak menurunkan semangat para mahasiswa penggiat kegiatan di tataran kampus untuk menghadiri acara Lokakarya KM IPB 2012, Minggu (19/2) di Auditorium Toyib Hadiwijaya.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.40 WIB ini diikuti perwakilan lembaga kemahasiswaan (LK.red) kampus seperti DPM, BEM, UKM, dan Himpro. Total ada 96 LK yang ada di IPB, namun tidak semua dari LK yang ada yang mengikuti lokakarya ini.

Refleksi Ulang Tahun Koran Kampus IPB : Mengemban Nilai dalam Kebebasan

February 18th, 2012

Delapan tahun silam, tanggal 18 Februari 2004, empat orang mahasiswa berinisiasi membangun wadah jurnalistik yang independen di kampus IPB. Sebuah langkah baru guna memperbaharui semangat pers di IPB. Saat itulah, Koran Kampus IPB berdiri sebagai  Lembaga Pers Mahasiswa di tanah IPB.

Seperti tertuang dalam UU Pers, lembaga pers sering disebut sebagai pilar keempat demokrasisetelah lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif , serta pembentuk opini publik yang paling potensial dan efektif. Menurut tokoh pers, Jakob Oetama , syarat mutlak agar pers dapat secara optimal dijalankan perannya jika diberikan kebebasan pers. Sayangnya, kebebasan pers tersbut sering disalahartikan sebagai kebebasan sebebas-bebasnya tanpa memperdulikan norma, etika, dan nilai luhur kehidupan yang diemban.

Di usia ke delapan Koran Kampus IPB ini, semangat kebebasan pers dengan tetap mengemban nilai luhur akan menjadi acuan untuk mengarungi gejolak kehidupan IPB tahun ini. Pelajaran tahun sebelumnya akan menjadi batu pijakan untuk meningkatkan kualitas produk jurnalistik Koran Kampus IPB 2012. Peluncuran produk Online, buletin, karya profesi, tabloid, dan majalah diharapkan mampu menjadi wadah aspirasi mahasiswa IPB dengan ketajaman analisa dan keberimbanganya. Pembentukan sistem kerja baru, pelatihan profesional, dan kejelasan target terbit merupakan upaya jelas tindak lanjut evaluasi tahun sebelumnya.

Koran Kampus IPB 2012 menegaskan kembali bahwa Koran Kampus IPB adalah lemabaga pers yang independen, tidak berpihak, dan tidak punya kepentingan apapun selain untuk pencerdasan pembaca. Koran Kampus IPB akan mengkritisi rezim yang mendominasi dan mengapresiasi setiap prestasi sebagai upaya ketidakberpihakan. Dengan demikian, independensi Koran Kampus IPB semoga akan terus terjaga dengan pengawasan dari mahasiswa sebagai pembaca setia.

Selamat Ulang Tahun Koran Kampus IPB !

RASSA, Produksi Ke-17

November 24th, 2011

 

Oleh : Rheza Ardiansyah

Komunitas adalah salah satu organ yang menjaga nadi seni selalu teraliri darah apresiasi. Selama tiga tahun terakhir, langit berkesenian Bogor, khususnya di kampus IPB meriah dengan berbagai acara bentukan Komunitas Wahana Telisik Seni dan Sastra. Komunitas yang penggiatnya kebanyakan berstatus mahasiswa di kampus pertanian itu rutin menggelar Ruang Apresiasi Seni dan Sastra (RASSA). Hingga sehari sebelum hari pahlawan diperingati, RASSA sudah digelar sebanyak 17 kali. Di RASSA edisi mutakhir tadi, suasana terasa lebih spesial karena di dalamnya juga dimeriahkan dengan prosesi peringatan hari jadi komunitas WTS yang harus diselebrasi tanggal 28 Oktober, bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda. Malam itu RASSA juga mengapresiasi dua puisi dan sebuah film berjudul Life Is Beautiful.

Pluralisme menjadi tema sentral perayaan berekspresi seni malam itu. Diana membuka gelaran dengan pembacaan puisi. Bada diskusi karya setelahnya, ditontonkanlah film asal Italia karya Roberto Benigni, Life Is Beautiful. Film itu bisa jadi film paling romantis sekaligus karya audio visual yang paling merogoh nurani penontonnya. Di awal durasi, film itu memperlihatkan adegan-adegan komedis pun romantis. Kisah perjuangan Guido si tokoh utama merebut Dora menjadi alur berwarna pink yang punya posisi sendiri di gudang cerita mengenai topik tentang asmara. Alkisah dua sejoli tadi menikah dan membuahkan seorang anak, Yosua. Malang, harmonisnya keluarga Yahudi kecil tadi harus terusik eksploitasi NAZI atas ras itu. Guido dan Yosua anaknya ditempatkan di tempat penampungan yang sama, sementara Dora merelakan diri dikurung di kamp konsentrasi juga, meski sebenarnya dia tidak termasuk daftar orang yang harus diseret NAZI. Perjuangan Guido meyakinkan anaknya bahwa suasana kamp konsentrasi yang penuh tekanan hanyalah permainan adalah deskripsi kata “merogoh nurani” diatas. Deret aksi di bagian itulah yang menjabarkan judul film ini. Hidup indah saat kita memandang dengan paradigma yang tepat.

Diskusi tentang Life Is Beautiful kemudian digelar. Fatkurrahman Abdul Karim memaparkan ironi hubungan realita dan temuan buah pikir di Eropa yang tergambar di film itu. Menurut sastrawan yang lebih dikenal dengan panggilan Pak De itu, Eropa sebenarnya menghadapi kontradiksio interminis di dalamnya. Kala para pemikir humanis lahir dari sana, penyelewengan atas nilai kemanusiaan justru terjadi disana juga. Pak De menyatakan bahwa dalam buku karya Doni Garal Ardian, dinyatakan bahwa Martin Heidegger punya andil spesial bagi aksi genosida NAZI terhadap kaum yahudi, padahal Heidegger dikenal sebagai filsuf yang merumuskan nilai-nilai humanisme. Lebih parahnya, Heidegger adalah guru dari Jacques Derrida, filsuf yang di dalam nadinya mengalir darah Yahudi.

Rheza Ardiansyah, salah satu hadirin RASSA kali itu justru mengaitkan gambaran di film Life Is Beautiful dengan kondisi di tanah Papua. Menurutnya mungkin saja disana drama demikian tergambar dalam realita, mengingat konflik soal Freeport masih membara. Terlebih Rheza memaparkan konflik itu terjadi dalam kemelut soal Freeport yang membara disana. Fantasi Rheza ditutup paparan Ardy Cresna Crenata, aktivis WTS yang baru saja meraih piala juara pertama kompetisi buku indie bahwa film, seperti halnya cerpen dan karya seni lain, film memang harus menampilkan sesuatu yang sulit dihadirkan. Menurutnya benar atau tidak tragedi dalam film itu bukan lagi hal yang penting. Poinnya adalah situasi demikian mungkin terjadi dan perlu diantisipasi.

Sebuah kisah inspiratif diceritakan Mas Mo sebagai sampiran simpulannya. Cerita tentang seorang tua yang dianugerahi surga karena dia telah melewati hidup tanpa keluhan ditutup seniman sekaligus wirausahawan itu dengan sebuah kalimat penutup. Bersenang-senang dahulu, lebih bersenang-senang lagi kemudian. Demikian kesimpulannya tentang film yang mengajarkan penontonnya menikmati semua perjuangan hidup itu. Di akhir diskusi, seorang peneliti asal Universitas Indonesia, Bayu A. Yulianto, menyimpulkan bahwa persoalan fasisme, dalam bentuk apapun akan menjadi hal yang berbahaya.

Sesi penutup RASSA malam itu adalah pembacaan puisi oleh Bara. Acara kemudian berlanjut ke pemotongan tumpeng bersama sebagai wujud syukur atas keberlanjutan komunitas ini hingga beberapa anggotanya meraih beberapa pencapaian artistik. Dalam sambutannya, Pak De memotivasi penggiat seni yang hadir malam itu untuk terus berkarya. Pria berambut gondrong itu bahkan mengutip pernyataan Mohammad Marzuki dari Jogja Hiphop Foundation bahwa proposal seorang seniman adalah karyanya.

Perubahan Sistem Penilaian: Menuju Perubahan Yang Lebih Baik

November 22nd, 2011

Perubahan Sistem Penilaian:

Menuju Perubahan Yang Lebih Baik

Sistem Baru Huruf Mutu

Perubahan sistem nilai mutu dari A≥75; B 70-74; C 65-69 menjadi A≥75; AB 70-74,9; B 65,0-69,9; BC 60-64,9 baru dilakukan di S1 pada tahun ajaran 2011 dan berlaku untuk semua jenjang pendidikan di IPB (S1 dan S2). Tujuannya untuk “vernes” mempertajam pisau pemberian penilaian yang dapat menguntungkan mahasiswa dan dosen. Sehingga mencerminkan betul kemampuan antara mahasiswa satu dengan mahasiswa lain, dengan kata lain

What is ICMSS ?

February 2nd, 2011

The Indonesian Capital Market Student Studies (ICMSS) is the biggest and oldest annual event held by Management Student Society (MSS) FEUI that gives you all information about capital market from the instruments (stock, bond, etc), the ways of investing in capital market to recent issues, which will be explained briefly by the experts in capital market.

For this year, we proudly present “The 10th ICMSS National Conference, Seminar, and Training”. This year ICMSS will be packed in three series of event that will be held for 5 days. The National Conference will be attended by numerous students from universities all over Indonesia to discuss some recent issues in capital market. The seminar and the training are annual events of ICMSS that will discuss the capital market in accordance with the main theme which are annually updated. ICMSS also presents ICON (Indonesian Capital Market Online) competition, the National Competition for Online Simulation Stock Trading as ICMSS’s pre-event.

For more information click ICMSS-FEUI

Close UP Photo of Insect

February 2nd, 2011

Sumber :apakabardunia.com

Beberapa dari kita mungkin ada yang menganggap serangga adalah binatang pengganggu dan menjengkelkan. Namun dibalik itu semua, Tuhan telah menciptakan binatang-binatang ini dengan sangat indah dan sempurna.

Andaikan serangga diciptakan dalam bentuk yang lebih besar, mungkin kita hanya akan melihat serangga-serangga itu binatang yang sangat indah ketimbang menjengkelkan.

http://hermawayne.blogspot.com

Air Liur Anjing dan Tanah

February 1st, 2011

Bagi Anda yang muslim akan terkejut manakala hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun yang lalu. Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah.

http://3.bp.blogspot.com/_G2NEn2rRpPg/S05_VtZ4_FI/AAAAAAAAACA/7DMLqAqk6Jg/s320/dog-lick.jpg

Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus-virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah. Perhatikan sabda Rosulullah berikut :

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim)

Satgas Laporkan Tudingan Gayus ke SBY

January 20th, 2011

Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum dijadwalkan memberikan laporan klarifikasi tudingan terdakwa penggelapan pajak Gayus Tambunan. Laporan akan diserahkan kepada Presiden Susilo Bambag Yudhoyono hari ini. “Sampai saat ini saya belum tahu pasti kapan waktunya Satgas akan menyerahkan laporan tertulis itu. Tapi yang pasti hari ini,” kata juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Kompleks Istana Presiden, Jakarta Pusat, Kamis 20 Januari 2011. Menurut Julian, kemarin Presiden telah memerintahkan pada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk segera memberikan klarifikasi dan penjelasan, serta membuat laporan tertulis kepada Presiden. “Kemarin sore seperti yang kita ketahui, Satgas telah memberikan klarifikasinya menjawab testimoni Gayus. Namun, untuk penjelasan tertulis yang disampaikan Presiden memang ditunggu hari ini,” jelas Julian.

Kemarin, Julian mengatakan, Presiden SBY mengaku terkejut mendengar pengakuan Gayus Tambunan, terkait peran Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dalam kasusnya. “Presiden terkejut. Presiden belum pernah dilapori hal-hal yang disebutkan Gayus dalam konpers itu,” kata Julian kemarin.Atas laporan itu, Presiden SBY langsung memerintahkan Satgas untuk memberikan klarifikasi. SBY memberikan waktu 1 X 24 jam. “Dan saya dengar dari Satgas, laporan tertulisnya sudah disiapkan dan akan disampaikan kepada Presiden,” ujar Julian pagi tadi. Usai sidang vonis kemarin, Gayus mengatakan beberapa hal yang mengejutkan, termasuk peran Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, yang juga Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana. Satgas Pemberantasan Mafia Hukum membantah seluruh tudingan Gayus Tambunan bahwa Satgas telah merekayasa kasusnya. Satgas menunjukkan bukti-bukti yang mematahkan tudingan Gayus.

Sumber : Viva news

NASA Siapkan Misi Pencari Kehidupan di Mars

January 20th, 2011

Setelah lebih dari empat dekade terakhir manusia mengirim robot ke Mars, kini tiba waktunya memasuki tahapan baru. Perubahan orientasi penelitian tersebut akan dilakukan bersamaan dengan peluncuran misi kendaraan penjelajah Curiosity ke planet merah itu akhir tahun ini. “Kami akan melakukan transisi dari pencarian air ke pencarian tanda-tanda kehidupan,” kata Doug McCuisition, Director of the Mars Exploration Program NASA, seperti dikutip dari Space, 20 Januari 2010.