" />

KORAN KAMPUS IPB

Dengan Pena Menjerat Berita Mengguncang Dunia

Perubahan Sistem Penilaian: Menuju Perubahan Yang Lebih Baik

November 22nd, 2011

Perubahan Sistem Penilaian:

Menuju Perubahan Yang Lebih Baik

Sistem Baru Huruf Mutu

Perubahan sistem nilai mutu dari A≥75; B 70-74; C 65-69 menjadi A≥75; AB 70-74,9; B 65,0-69,9; BC 60-64,9 baru dilakukan di S1 pada tahun ajaran 2011 dan berlaku untuk semua jenjang pendidikan di IPB (S1 dan S2). Tujuannya untuk “vernes” mempertajam pisau pemberian penilaian yang dapat menguntungkan mahasiswa dan dosen. Sehingga mencerminkan betul kemampuan antara mahasiswa satu dengan mahasiswa lain, dengan kata lain bisa terlihat mana mahasiswa yang sangat pandai, pandai, cukup pandai, sedang-sedang saja atau kurang pandai. Intinya lebih menjunjung asas keadilan. Dosen pun lebih mudah untuk memasukkan nilai. Selain itu untuk keseragaman antara S1 dengan S2, memprediksi dengan menggunakan nilai tengahan dapat menguntungkan mahasiswa karena secara tidak langsung menaikan IP/IPK.

 “Sebenarnya sudah lama kami memiliki ide tentang perubahan sistem nilai untuk S1, tetapi baru pada tahun ajaran 2011 bisa terlaksana. Untuk pascasarjana sistem nilai mutu seperti ini sudah lama diberlakukan, kira-kira 10 tahun” tutur Drajat Direktur Administrasi dan Pendidikan.

Tanggapan dari mahasiswa beraneka ragam. “Perubahan nilai mutu sekarang setuju tidak setuju sih karena menguntungkan mahasiswa jika dalam keadaan nilai yang mepet” ungkap Bonita KPM 46. Sedangkan menurut salah satu mahasiswa INTP 46, ia belum pernah mendapatkan nilai yang mepet tapi sepertinya bagus dengan diberlakukannya sistem nilai begitu. “Mungkin bisa membuat nilai menjadi lebih baik tapi mungkin ada tidak enaknya juga. Tidak enaknya jika nilainya aneh-aneh gitu, mending gunakan rataan.” Lain lagi menurut Doni Statistika 44, ia tidak setuju diadakannya perubahan sistem nila karena sistem ini tidak tegas dan mengurangi jiwa strugling mahasiswanya. Jadi yang asalnya kita sering mengeluhkan, “Haduh, nilai gue kurang lima poin lagi untuk jadi A, gue harus lebih semangat lagi berarti” malah jadi “yah, lumayan dapat AB”. Secara psikologis akan membatasi motivasi untuk UP lagi dan secara biologis membatasi kinerja otak secara tidak langsung.

Tindakan represif yang dilakukan oleh IPB ini sudah cukup baik untuk meningkatan kemampuan mahasiswa dalam bidang akademik. Dengan adanya penajaman pemberian nilai, secara tidak langsung menaikan indeks prestasi/indeks prestasi kumulatif para mahasiswa. Sehingga mahasiswa lulusan IPB tidak bisa dipandang oleh sebelah mata saja

KK/Karin

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*